AUTO TECH

Keunggulan Aki Hybrid, Perpaduan Aki Konvensional dan Aki MF

AUTO TEST

Test Konsumsi BBM SUV, Siapa Paling Irit?

AUTO TIPS

Perkirakan Usia Gir Belakang, Bukan Dari Mata!

Download Modul Pembelajaran

Standar Kompetensi: Memperbaiki sistem hidrolik dan kompresor udara.

WACANA

Kemendiknas Ubah Kurikulum Pendidikan

Kamis, 09 Juni 2011

Laser Siap Menggantikan Peran Busi



LONDON, KOMPAS.com - Keinginan para ahli otomotif menggunakan laser sebagai pengganti busi untuk memicu pembakaran pada mesin bensin (bisa juga bahan bakar gas) semakin mendekati kenyataan. Malah pada awal Mei minggu depan, sebuah tim pada Konferensi tentang Lasers dan Electro-Optics akan melaporkan bahwa mereka telah berhasil merancang laser yang dapat digunakan untuk mesin bensin.

Tak kalah menarik, seperti yang diberitakan BBC, Inggris, sebuah tim dari Jepang  dan Rumania sudah siap berdiskusi memproduksi “busi laser” ini dengan perusahaan produsen busi terkenal Jepang, Denso. Targetnya, segera mengomersialkan komponen tersebut alias diproduksi secara massal.

Hasil yang diperlihatkan tim tersebut dapat menghasilkan dua atau tiga sinar  laser yang langsung ditembakkan ke silinder mesin dengan panjang sinar yang bervariasi. Dilaporkan pula, pembakaran dihasilkan lebih sempurna. Keunggulan lainnya, tidak mengalami keausan fisik seperti busi.

Bukan Baru Busi, sejak ditemukan 150 tahun lalu, sampai sekarang tidak banyak mengalami perkembangan. Karena itulah para ahli berusaha mencari alternatif, yaitu sinar laser. Selama laser hanya digunakan untuk mengelas komponen busi. Dengan menggunakan busi laser, regulasi yang menuntut mesin harus makin irit bahan bakar dan ramah lingkungan, bisa dipenuhi.
Dilaporkan pula, kehebatan laser sebagai pengganti busi konvensional, di dalam satu silinder bisa dihasilkan dua atau tiga tembakan sinar laser. Kemampuan seperti itu jelas tidak bisa diperoleh oleh busi paling hebat pun selama ini.   

Ide mengganti busi dengan laser bukan hal  baru. Sejak beberapa tahun terakhir beberapa lembaga penelitian dan perguruan tinggi gencar memperkenalkannya. Termasuk hasil kerjasama antara Ford Inggris dengan Universitas Liverpool, dua tahun lalu yang merancang laser untuk mesin bensin dengan injeksi langsung.

Kelemahan Busi
Busi hanya membakar campuran udara dan bahan di area sekitar celahnya. Akibatnya,  efisiensi pembakaran kurang maksimal. Di samping itu, logam yang digunakan sebagai elektroda, juga akan terkikis atau habis bersamaan dengan penggunaannya. Nah, dengan laser, kondisi tesebut dapat dicegah.
Sebelumnya para ahli kesulitan memanfaatkan laser untuk menggantikan peran busi. Pasalnya, untuk membangkitkan sinar laser dibutuhkan perangkat berukuran besar. Kerja perangkat pembangkit laser tidak efisien dan kurang  tidak stabil.

“Kendati demikian, laser ini tetap membutuhkan energi pulsa yang tinggi, mirip busi. Memerlukan energi besar untuk memulai pembakaran. Namun kini bisa dibuat dengan ukuran kompak dan kerjanya stabil,” jelas Takunori Taira dari National Institutes of Natural Sciences di Okazaki, Jepang, dikutip berbagai media internasional.

Dijelaskan pula, problem lain, yaitu sinar laser yang sangat kuat bisa merusak kabel optik  ke silinder juga sudah bisa diatasi. Caranya, tim  membuat pembangkit laser seukuran ukuran busi yang dibungkus dalam  keramik bubuk yang dipadatkan.  Hasilnya, “busi laser” tersebut bisa dipasang di kepala silinder, serperti busi sekarang.

Kehebatan lain dari laser, karena menggunakan kabel optik, mampu melepaskan pulsa pada kecepatan seperdelapan triliun detik. Tentu sangat pas buat mesin putaran tinggi atau balap. Laporan lain, prototipe busi laser yang sudah dibuat, berdiameter 9 mm dan panjangnya 11 mm.
Sumber : BBC
Originally posted by: otomotif.kompas.com

Test Ride Bajaj Pulsar 220F, Nyaman Untuk Jalan Jauh

Mencicipi Bajaj Pulsar 220F DTS-i di sirkuit Sentul sudah pernah dilakukan oleh tim redaksi saat peluncuran Bajaj Pulsar 220 awal Maret lalu. Tapi yang namanya sirkuit, semuanya terlalu sempurna. Aspal mulus dan lintasan lebar.

Nah, agar lebih dekat dengan kenyataan sehari-hari, kali ini tim motorplus-online.com sengaja jalan-jalan pakai Pulsar 220 untuk keperluan sehari-hari. Melibas jalanan macet, aspal rusak hingga ngebut di malam hari.

Desain, Fairing Unik

Motor dengan desain mirip Pulsar 180 ini punya pembeda pada bentuk fairing setengah telanjangnya. Headlamp perpaduan proyektor dengan lampu konvensional jadi ciri khasnya. Fairing ini membuat head lamp tidak ikut belok mengikuti arah stang.

Bila sangat teliti, bentuknya yang menarik ini sedikit terganggu dengan beberapa finishing yang kurang rapi. Seperti pada air ram di fairing dan area sekitar komstir. Tapi enggak terlalu mencolok kok, tenang saja!

Fitur dan Teknologi, Memudahkan Pengendara

Teknologi kelistrikan pintar ala Bajaj Pulsar, dirasa sangat memudahkan. Misalnya Self Canceling Indicator, fitur ini memungkinkan sein mati sendiri saat lupa mematikan. Enggak perlu bikin bingung pengendara lain nih!

Atau Auto Filament Switch yang secara otomatis memindahkan arus lampu kala salah satu filament putus. Jadi saat ngebut enggak perlu kaget kalau lampu tiba-tiba mati karena putus. Sedang untuk safety, Bajaj menambahkan indikator side stand atau standar samping di indikator digitalnya.

Seputar mesin, motor ini sudah dilengkapi dengan TPS (throttle position sensor) untuk mengatur timing pengapian sesuai bukaan gas, jadi pembakaran lebih sempurna. Agar mudah nyala dipagi hari, sudah ada autochoke.

Oiya headlamp projectornya mantab bro! Sorotnya sangat efektif membelah kepekatan malam. Tapi sayangnya lampu dekat bawaan motor ini disetting terlalu tinggi. Jadi, dari pada mengganggu pengendara lain sebaiknya setel ulang arah cahaya sebelum berkendara.


Performa, Berkarakter halus!

Bicara performa, PT Bajaj Auto Indonesia (BAI) mengklaim powernya mencapai 21 Dk, saat dirasakan ketika berkendara tenaganya cukup halus. Cocok untuk perjalanan jauh yang cenderung konstan.

Torsinya tidak terlalu menyentak membuatnya enggak bikin cepat lelah saat berkendara. Idealnya pindah gigi di 8000-9000 rpm, agar tetap sambung-menyambung nafasnya. Kalau tetap ngotot lebih dari 10 ribu rpm akan terasa ada limiter.

Giginya 5, tapi sayangnya posisi gigi tertinggi malah jarang dipakai. Untuk perjalanan pendek-pendek di perkotaan lebih sering pakai gigi 4 agar mesin tetap terasa bertenaga. 

Padahal dengan gigi lima topspeed-nya lumayan kencang. Saat di coba di sirkuit Sentul, kru redaksi sempat merasakan gigi limanya mampu digeber hingga 136 km/jam. Tapi karena rationya terlalu berat jadi butuh lintasan panjang untuk menggapainya.

Handling, Stabil dan Nyaman

Motor ini memang tidak terlalu lincah malah boleh dibilang bobotnya berat. Tapi urusan stabilitas dan kenyamanan boleh diacungi jempol. Suspensi depannya yang cukup besar dan sok stereo bertabung di belakang mampu meredam guncangan dengan baik. Lubang kecil sih hajar aja!

Karakter nyaman ini tak ada bedanya dengan sang adik, Pulsar 180. Apalagi didukung jok tebal dan posisi stang jepit yang tidak terlalu menunduk. Posisi berkendaranya nyaman membuat pengendaranya tidak cepat lelah.

Sayangnya ban bawaan motor seharga Rp 18,6 jutaan ini lumayan licin saat hujan, apalagi kalau bertemu aspal bertekstur halus. Tapi kalau kering sih enggak ada masalah. 

Konsumsi Bahan Bakar, 1 liter untuk 33,4 kilometer

Dipakai putar-putar Jakarta dengan segala kondisi jalanannya, mulai dari macet hingga ngebut sambil buka tutup gas, satu liter bensin bisa digunakan untuk menempuh jarak 33,4 kilometer. Enggak terlalu boros kan! Hasil ini didapat dengan tester berbobot 72 kilogram. (motorplus-online.com)
Penulis : Popo | Teks Editor : Nurfil | Fotografer : Popo

Minggu, 05 Juni 2011

Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2011

Pelaksanaan Sertifikasi Guru merupakan salah satu wujud implementasi dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Tahun 2011 merupakan tahun kelima pelaksanaan sertifikasi guru yang telah dilaksanakan sejak tahun 2007. Mengacu pada pelaksanaan sertifikasi tahun sebelumnya, perbaikan dalam penyelenggaraan sertifikasi guru terus dilakukan agar dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat yang besar terhadap peningkatan proses pembelajaran. 

Pelaksanaan sertifikasi guru untuk tahun 2011 mengalami perubahan yang mendasar antara lain menyangkut mekanisme registrasi dan mekanisme penyelenggaraan sertifikasi; penataan ulang substansi dan rubrik penilaian portofolio; substansi pelatihan, strategi pembelajaran, dan sistem penilaian Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Hal ini perlu dipahami dengan baik oleh semua unsur yang terkait, baik di pusat maupun di daerah. Unsur pusat yaitu direktorat yang menangani pendidik, dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). Unsur daerah yaitu dinas pendidikan provinsi, dinas pendidikan kabupaten/kota, kepala sekolah, guru yang diangkat dalam jabatan pengawas, dan guru, serta unsur lain yang terkait dalam sertifikasi guru dalam jabatan tahun 2011. 

Salah satu bagian penting dalam pelaksanaan sertifikasi guru adalah proses rekrutmen dan penetapan calon pesertanya. Untuk itu diperlukan sebuah pedoman yang dapat menjadi acuan bagi semua unsur tersebut. 

Penyelenggaraan sertifikasi guru dalam jabatan tahun 2011 dibagi dalam 3 (tiga) pola sebagai berikut.

1. Penilaian Portofolio (PF)
Sertifikasi guru pola PF diperuntukkan bagi guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang: (1) memiliki prestasi dan kesiapan diri untuk mengikuti proses sertifikasi melalui pola PF, (2) tidak memenuhi persyaratan persyaratan dalam proses pemberian sertifikat pendidik secara langsung (PSPL). Penilaian portofolio dilakukan melalui penilaian terhadap kumpulan berkas yang mencerminkan kompetensi guru. Komponen penilaian portofolio mencakup: (1) kualifikasi akademik, (2) pendidikan dan pelatihan, (3) pengalaman mengajar, (4) perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, (5) penilaian dari atasan dan pengawas, (6) prestasi akademik, (7) karya pengembangan profesi, (8) keikutsertaan dalam forum ilmiah, (9) pengalaman organisasi di bidang kependidikan dan sosial, dan (10) penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan.

2. Pemberian Sertifikat Pendidik secara Langsung (PSPL)
Sertifikasi guru pola PSPL diperuntukkan bagi guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang memiliki:
a. kualifikasi akademik magister (S-2) atau doktor (S-3) dari perguruan tinggi terakreditasi dalam bidang kependidikan atau bidang studi yang relevan dengan mata pelajaran atau rumpun mata pelajaran yang diampunya, atau guru kelas dan guru bimbingan dan konseling atau konselor, dengan golongan sekurang-kurangnya IV/b atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/b;

b. golongan serendah-rendahnya IV/c atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/c.

3. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
PLPG diperuntukkan bagi guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang: (1) memilih langsung mengikuti PLPG (2) tidak memenuhi persyaratan PSPL dan memilih PLPG, dan (3) tidak lulus penilaian portofolio, PLPG harus dapat memberikan jaminan terpenuhinya standar kompetensi guru. Beban belajar PLPG sebanyak 90 jam pembelajaran. Model Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, dan Menyenangkan (PAIKEM) disertai workshop Subject Specific Pedagogic (SSP) untuk mengembangkan dan mengemas perangkat pembelajaran. 

Uji kompetensi dalam bentuk Penilaian Portofolio (PF), Pemberian Sertifikat Pendidik secara Langsung (PSPL), dan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) bagi peserta sertifikasi guru dilakukan oleh Rayon LPTK Penyelenggara Sertifikasi Guru yang terdiri dari LPTK Induk dan LPTK Mitra dikoordinasikan oleh Konsorsium Sertifikasi Guru (KSG).

Selengkapnya silahkan klik link download di bawah ini :
BUKU 1 SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN TAHUN 2011.pdf -- 919 KB


Kisi-Kisi UAS Semester Genap Produktif TKR Kelas X (SMK YADIKA Sumedang)

Berikut ini Bapak post-kan Kisi-Kisi UAS Semester Genap:

Sekolah  :   SMK YADIKA SUMEDANG
Mata Pelajaran  :   Produktif TKR (Teknik Kendaraan Ringan)
Kelas  :   X (Sepuluh)
Alokasi Waktu  :   90 Menit
Jumlah soal  :   40 PG + 5 Essay

Semoga dapat bermanfaat untuk anak-anak ku siswa SMK YADIKA Sumedang khususnya pada kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan (Otomotif). Dengan adanya kisi-kisi ini mudah-mudahan kalian bisa lebih fokus dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi UAS / UKK.

Bapak sarankan kalian mendownlod modul-modul pembelajaran yang ada di blog ini (Modul DKK / Modul KK), supaya bisa lebih memahami tiap standar kompetensinya. Selain itu, kalian juga lebih siap dalam menghadapi di tiap ujian, baik teori maupun praktek.

Silahkan klik link download di bawah ini untuk mendownload kisi-kisi soal:
Kisi-kisi Soal UAS Sem Genap Produktif TKR -- 36 KB

Sabtu, 04 Juni 2011

Perkirakan Usia Gir Belakang, Bukan Dari Mata!

 
 Gerusan sudah dalam harus diganti
Salah kaprah yang pastinya sudah berlangsung sejak lama di kalangan pengendara soal usia sproket belakang. Coba cek atau tanya pengguna roda dua, bagaimana ciri gir belakang yang kudu diganti?

Jawabannya paling banyak tanda gir belakang yang kudu diganti lihat dari mata. Kalau mata sproket sudah mulai lancip atau tajam, itu tanda wajib buang dan ganti dengan baru. 

Memang enggak salah anggapan mata sproket jadi patokan umur pakai. Gesekan permukaan gir dengan rantai membentuk ujung sproket jadi lancip. Artinya, semakin tajam gir, itu tanda kalau usia gir sudah mendekati penggantian.

“Itu salah kaprah. Indikator yang paling pas ada di bagian lekukan sproket,” bantah Hariyadi, Quality Assurance, PT FSCM Manufacturing Indonesia (FMI), Jakarta, produsen rantai untuk seluruh produsen motor di Indonesia.

Masih kata Hariyadi, ada benarnya juga sproket yang sudah mulai runcing menunjukan umur gir belakang wajib diganti. Tapi, ujung mata sproket bagian yang tidak mengalami beban paling tinggi gesekan dengan rantai.

Beban friksi atau gesek paling berat antara gir dan rantai justru ada di lekukan antara mata gir.  Beban gesekan rantai di lekukan sproket paling berat karena friksi gir dengan rantai lebih lama di bagian lekukan sproket.

“Makanya, lihat sendiri lekukan gir yang sudah dipakai. Pasti ada gesekan. Warna juga terlihat berbeda. Tanda yang paling jelas, sproket mesti diganti jika sudah ada gerusan di bagian lekukan,” ingat Hariyadi yang berkacamata.

Warna dari gesekan rantai dengan gir akan menghitam di bagian lekukkan. Karena gesekan yang terjadi di lekukan, kelir akan berbeda dibanding warna keseluruhan gir. Semakin lama dipakai akan terasa sudah ada gerusan alias lekukan sudah kemakan.   

Artinya, jangan cuma lihat kondisi mata sproket untuk mengecek umur pakai gir itu. Tapi, sebagusnya lebih dahulu lihat lekukan gir. Lekukan gir yang sudah digerus karena gesekan dengan rantai berbeda dengan mata sproket lancip.

"Makanya, banyak kejadian rantai keluar dari gir belakang padahal mata sproket masih belum terlalu tajam. Pas dicek, baru ketahuan kalau lekukan sproket sudah ada gerusan dalam," pesan Hariyadi.  (motorplus-online.com)
Penulis : Niko | Teks Editor : Nurfil | Fotografer : Niko

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites